NEWS

Please stay up to date with our latest broadcast and news about
product and events.

06
Jun
2018
Understanding Electrical Discharge Machining (EDM)

Sejarah EDM

Berawal dari penemuan efek erosif dari arus listrik oleh Joseph Priestley tahun 1770, teknologi mesin EDM kemudian dikembangan tahun 1943 oleh ilmuan Russia Butinzky dan Lazarenko, yang mengontrol efek erosif dari aliran listrik menggunakan cairan non konduktif, yang sekarang dikenal sebagai Dielectric, penemuan tersebut kemudian menjadi mesin EDM pertama.

 

Cara Kerja EDM

Cara kerja EDM

Ada beberapa teori tentang cara kerja mesin EDM, namun sebagian besar lebih memilih model termoelectric.

 

Mesin EDM bekerja dengan cara menghubungan dua material yang sama sama dapat daliri listrik. Salah satunya adalah elektrode (pemotong), elektrode kemudian diturunkan ke dalam minyak isolasi, yang sekarang dikenal sebagai dielectric, perbedaan potensial listrik menyebabkan pembentukan partikel bermuatan, memperbolehkan tegangan listrik bergerak dari elektrode ke objek yang dikerjakan. Adanya graphite dan partikel logam juga membantu mengionisasi minyak sehingga tegangan listrik bisa terbawa secara langsung. Tegangan listrik terkuat akan terjadi di titik terdekat antara elektrode dan objek yang dikerjakan. Terlihat di grafik, bahwa arus tetap nol, tetapi tegangan tetap meningkat.

 

Perkembangan Penggunaan EDM

Mesin EDM sudah berkembang secara pesat dan telah menjadi salah satu mesin terdepan, bersamaan dengan Mesin Bubut, Frais, dan Gerinda. Terkenal dengan kemampuannya untuk membentuk dan memproses logam yang sangat keras, mesin EDM sering dipakai dalam pemesinan dies, perkakas potong, dan cetakan (molds) yang ter­buat dari baja, tungsten carbide, high speed steel, dan material yang lain yang tidak dapat dikerjakan dengan cara tradisional (penyayatan). Mesin EDM juga sudah terbukti dapat memecahkan masalah untuk bahan bahan exotic seperti Hastelloy, Nitralloy, Waspaloy and Nimonic, yang sering dipakai dalam industri pesawat ruang angkasa.

 

Perkembangan teknologi EDM juga telah membuat EDM dapat mengerjakan bentuk tipis dengan kawat, memperbolehkan mesin EDM untuk membelah ketinggian hingga 16 inchi (sekitar 400 mm), dengan kelurusan ± 0,0005 inchi (± 0,0125 mm) tiap sisi.

 

Kemajuan ini membuat proses pembuatan komponen dengan EDM menjadi proses pertama, dan bukan proses terakhir, kemajuan EDM juga membawa perubahan kepada perusahaan yang sebelumnya sudah menggunakan EDM. Perubahan perubahan tersebut adalah:

 

  1. Peningkatan kecepatan kerja
  2. Membuat proses lebih otomatis, sehingga mesin lebih mudah diprogram dan dirawat
  3. Meningkatkan akurasi dan membuat hasil menjadi lebih halus
  4. Menurunkan harga mesin dan biaya operasional.
  5. Memperbolehkan pergerakan kawat EDM bekerja secara bersamaan dengan putaran benda.
  6. Meningkatkan efektifitas mesin EDM pada kondisi pembersihan benda kerja yang berkesulitan tinggi.
  7. Mempermudah pengoperasian mesin EDM, menurunkan waktu pelatihan dan pemrograman.

 

First Machinery Trade Co (FMTC) adalah distributor, agen dan supplier mesin CNC EDM dari First Class Brand & Quality merek Sodick (Japan) dan Chmer (Taiwan) di Indonesia.

RECOMMENDED POSTS
Happy New Year 2019!
 
Trusted CNC Machine Distributor in Indonesia
 
Advantages of Using a CNC Milling Machine
 
Working Principles of CNC Milling Machines
 
SUBSIDIARY OF FMTC
CONNECT WITH US
Jl. Krekot Dalam Blok I No. 10-11,
Komplek Jaya Molek
Jakarta 10710 - Indonesia
+62(21) 3459184, 3447852, 3858901-03
+62(21) 3858904, 381 3552
sales@fmtc.co.id
CONNECT WITH US
+62(21) 3459184, 3447852, 3858901-03
+62(21) 3858904, 381 3552
sales@fmtc.co.id
SIGN UP FOR NEWSLETTER
Subscribe to receive products,
features, & news updates.

LATEST TWEETS